Gara-gara nabi Adam Manusia jadi terusir dari Surga, benarkah?

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwasanya Nabi Adam beserta istri nya yaitu Hawa di tempatkan oleh Allah di dalam surga, namun sayang nya, karena kelalaian beliau, akhir nya beliau di usir oleh Allah dari surga karena terayu oleh bujukan setan untuk memakan buah khuldi, yaitu buah yang sudah jelas di larang oleh Allah untuk di dekati, sehingga keturunan nabi Adam termasuk anak cucu nya melanjutkan kehidupan nya di bumi.
Terkadang kelalaian ini yang sering di sesali oleh banyak manusia, banyak sebagian dari mereka yang berandai-andai "seandai nya kalau nabi Adam gak makan buah khuldi, pasti kita semua sudah hidup di surga, gak perlu lagi ibadah atau bersusah payah mencari rezeki, tinggal pinta, maka keinginan pun akan langsung ada".

Bahkan nabi Musa pun pernah menyalahkan nabi Adam atas kesalahan nya memakan buah khuldi.

Tapi benarkah itu semua gara-gara kelalaian nabi Adam? Sehingga kita terusir dari surga?

Akar permusuhan Iblis dengan Adam serta pengusiran nya dari surga


Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah, yang penciptaan nya menggunakan bahan dasar dari tanah, berbeda dengan malaikat yang diciptkan dari cahaya, atau iblis yang diciptakan dari api.

Pada awalnya, Allah menyuruh para malaikat nya untuk mengambil sebagian tanah di bumi sebagai bahan dasar penciptaan Adam, walaupun pada awal nya bumi menolak nya, tapi pada akhir nya bumi mau menyerahkan sebagian tanah nya.

Setelah Allah selesai menciptakan Adam, maka Allah memerintahkan Malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada nya, semua nya pun bersujud kecuali Iblis. Iblis tidak mau bersujud dengan alasan karena dia diciptakan dari api, sedangkan Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana firman Allah ta'ala :

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam). Lalu kami bentuk tubuhmu. Kemudian kami katakan kepada malaikat : ”bersujudlah kalian kepada Adam.’ Maka mereka pun bersujud, kecuali Iblis. Ia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman ‘ apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika aku menyuruhmu? Iblis menjawab ‘aku lebih baik dari padanya. Sebab Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah. (Q.S Al A’raf: 11-12)
Setelah iblis melakukan pembangkangan terhadap perintah Allah, maka Allah pun mengusir nya dari surga sekaligus mengutuk nya hingga hari kiamat, walaupun sebelum nya iblis merupakan makhluk yang sangat taat terhadap Allah SWT. Iblis pun berjanji akan berusaha menyesatkan anak cucu Adam hingga hari kiamat.

Allah berfirman: Keluarlah dari surga karena sesungguhnya kamu makhluk terkutuk. Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpa dirimu sampai hari kiamat. (Q.S Al-Hijr 35).

Setelah itu, nabi Adam tinggal bersama istri nya di dalam surga, Allah pun memberikan mereka ilmu pengetahuan, hingga sampai pada pelarangan untuk mendekati pohon buah khuldi.

“Dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini yang menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang yang dzolim” (Q.S Al Baqarah: 35).

Setan pun memainkan peran nya, dia datang kepada nabi Adam sebagai penasehat yang jujur dan ingin menunjukkan sesuatu yang lebih baik kepada nabi Adam, dia berkata “Rabb kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” Dan dia bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.”

“Maka setan membujuk keduanya untuk memakan buah itu dengan tipu daya. Tatkala keduanya mencicipi buah pohon itu, tampak bagi keduanya aurat-auratnya maka mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga” (Q.S Al A’raf:22)

Allah pun kemudian berseru kepada nabi Adam dan istri nya, sebagaimana yang telah di firmankan didalam al-quran :

Allah SWT kemudian berfirman, “Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: ‘Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepada kalian: Sesungguhnya, setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua’?’ Keduanya berkata: ‘Ya Tuhan Kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (Q.S Al A’raf 22-23)
Allah SWT kemudian berfirman” Turunlah kamu sekalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu sekalian mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) dimuka bumi sampai waktu yang ditentukan.

Benarkah semua karena kelalaian Adam?


Seperti yang sudah kita singgung sebelum nya, ada beberapa golongan dari anak cucu adam yang menyalahkan bapak moyang mereka yaitu nabi Adam atas kelalaian nya memakan buah khuldi yang jelas-jelas sudah dilarang oleh Allah, bahkan untuk mendekati nya pun dilarang.

Karena kelalaian tersebut, akhir nya nabi Adam di keluarkan dari surga, dan kita sebagai anak cucu nya pun terkena imbas nya dengan melanjutkan kehidupan di bumi, tidak lagi di surga, nabi Musa pun pernah sempat menyalahkan nabi Adam atas kelalaian nya..

Tapi benarkah semua karena kelalaian nabi Adam?

Jauh sebelum penciptaan nabi Adam, Allah sendiri sudah memberitahukan bahwa dia akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” (Q.S Albaqarah:30)

Jika ini memang sudah menjadi rencana Allah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, lantas mengapa kita selalu menargetkan kemarahan serta kekecewaan kita terhadap nabi Adam atas keputusan Allah SWT yang mengusir nya dari surga? padahal Allah sendiri sudah memutuskan untuk menetapkan sekaligus menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Bahkan nabi Musa as pun pernah mendebat nabi Adam atas kelalaian nya, yang mengakitbatkan mengeluarkan manusia dari surga dan membuat mereka sengsara, hal ini dikisahkan dalam sebuah hadits shahih, bisa jadi jawaban atas pertanyaan kita selama ini.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda “Musa pernah mendebat Adam as. Musa berkata kepada Adam: ‘Engkau telah mengeluarkan manusia dari surga hingga membuat mereka sengsara karena kesalahanmu. ‘Adam menjawab: ‘ Wahai Musa, engkau telah dipilih oleh Allah dengan risalah dan kalam-Nya. Apa engkau mencela diriku atas suatu hal yang telah ditulis Allah sebelum Dia menciptakan aku atau yang telah ditakdirkan Allah terhadap diriku sebelum Dia menciptakan aku? Rasulullah SAW bersabda: Maka Adam dapat membantah argumen Musa” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain Imam Ahmad berkata, “Sufyan menceritakan kepada kami, dari Amru ia mendengar Thawus, dan ia mendengar Abu Hurairah berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Adam dan Musa pernah saling berdebat. Musa berkata: Wahai Adam, engkau adalah bapak moyang kami. Engkau telah mengecewakan dan mengeluarkan kami dari surga. ‘Adam berkata kepada Musa: Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan Kalam-Nya- Dalam riwayat lain dengan Risalah-Nya. Dia juga telah menulis (al-kitab) untukmu dengan tangan-Nya. Apakah engkau mencela diriku atas persoalan yang telah ditetapkan Allah bagiku empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Selanjutnya, Rasulullah SAW bersabda: ‘Akhirnya, Adam dapat membantah argumen Musa, Akhirnya, Adam dapat membantah argumen Musa, Akhirnya, Adam dapat membantah argumen Musa. ”
Demikian, semoga artikel ini bisa menghilangkan rasa menyalahkan kita terhadap nabi Adam, serta jawaban nabi Adam atas pertanyaan nabi Musa pada hadits shahih di atas dapat mewakili pertanyaan kita.

Nanti pada akhirnya kita akan kembali surga, walaupun kita harus terlebih dahulu mengumpulkan bekal di dunia.

0 Response to "Gara-gara nabi Adam Manusia jadi terusir dari Surga, benarkah?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel