Hati-hati bermaksiat saat sendirian, dapat menggugurkan pahala sebesar gunung

Ada banyak orang yang terlihat alim di saat keramaian, atau pada saat berada di dalam sebuah perkumpulan, tetapi sering melakukan kemaksiatan dalam kesendirian nya.

Kemaksiatan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dalam kondisi sepi mereka melakukan maksiat yang di anggap sepele, tapi dapat menggugurkan pahala dari amalan yang sebelum nya pernah dia lakukan, bahkan jika amalan tersebut sudah sebesar gunung Tihamah, maka akan tetap hilang pahala nya.

Fenomena semacam ini sering terjadi di zaman milenial seperti sekarang ini, kemudahan penggunaan teknologi yang tidak di barengi dengan kesadaran akan bahaya penggunaan nya, bisa menjerumuskan seseorang kedalam kemaksiatan dengan begitu mudah nya.

Manusia kerap kali meremehkan sebuah maksiat, walaupun hal tersebut terlihat kecil dan sepele, dan meskipun dengan kemaksiatan nya tidak merugikan orang lain, namun apa saja yang melanggar perintah Allah SWT pasti akan menghasilkan dosa.

Kemaksiatan dengan Teknologi


Sebagai contoh kecil, dengan kemudahan teknologi yang ada seperti di zaman sekarang ini, kita bisa dengan mudah nya menemukan sesuatu yang kita cari, sekalipun mencari sesuatu yang bersifat melanggar perintah ilahi, seperti menonton film p*rno, melihat gambar-gambar yang tidak senonoh, atau membaca artikel yang bisa menimbulkan syahwat.

Ternyata fenomena seperti ini sebelum nya telah disebutkan oleh Rasulullah melalui hadits shahih.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah SAW lalu menjawab. “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Apakah kita termasuk dari orang-orang yang di sebutkan oleh Rasulullah pada hadits diatas, apakah kita menggunakan kesendirian kita untuk melakukan kemaksiatan? Tidak hanya berupa tindakan, tapi kemaksiatan bisa juga berasal dari pikiran-pikiran yang menyimpang dari syariat atau melanggar peraturan-peraturan Allah SWT.

Walaupun di antara hubungan manusia tidak ada yang mengetahui nya, tapi Allah senantiasa memperhatikan kita, Allah maha melihat, selalu mengetahui apa yang kita kerjakan, bahkan di saat kita sedang berada di tempat terpencil sekalipun, sebagaimana firman nya :

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nisa’: 108).

Semoga dengan artikel ini dapat menambah keimanan kita agar bisa lebih menjaga diri, serta selalu mengingat Allah dimanapun dan apapun kondisi nya, semoga kita diberikah keistiqomahan untuk selalu mengingat nya.

0 Response to "Hati-hati bermaksiat saat sendirian, dapat menggugurkan pahala sebesar gunung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel