ini dia 8 kesesatan Islam Nusantara

Ada banyak penyelewengan didalam tubuh Islam sendiri, mulai dari islam liberal, islam kedjawen, islam nusantara, serta aliran-aliran sesat lain nya yang mengatasnamakan islam.

Tujuan nya adalah untuk melemahkan Islam dari dalam, ada beberapa sekelompok orang yang takut akan kebangkitan Islam, karena nya dibuat lah segala jenis pemikiran-pemikiran sesat yang dikembangkan didalam masyarakat agar mereka buta terhadap syariat islam yang sesungguh nya.

Salah satu aliran Islam menyimpang yang pernah kita bahas sebelum nya adalah islam kedjawen, penyimpangan aliran ini akibat dari penyelewengan sejarah yang dilakukan oleh penjajah barat terhadap sejarah wali songo, akibat nya tercampurlah ajaran antara islam dengan hindu.

Untuk pembahasan kali ini kita akan fokus ke aliran Islam Nusantara yang akhir-akhir ini cukup populer.

Apa itu Islam Nusantara?


Islam nusantara sendiri adalah aliran Islam yang lebih mengedepankan simbol-simbol budaya lokal, katanya islam nusantara lebih menunjukkan wajah Indonesia yang cinta damai dan penuh toleransi dalam keberagaman.
Konsep islam nusantara ini banyak mendapat reaksi khusus nya dari para pegiat dakwah yang ada di Indonesia, menurut mereka aliran ini adalah menyimpang, karena seolah-olah mencoba untuk mem-pribumisasi Islam serta menganggap Islam yang selama ini tidak cocok untuk masyarakat Indonesia, intinya adalah mereka anti arab.

Ironis nya seolah-olah pemerintah kita mendukung aliran ini, bahkan pak Jokowi sendiri bilang bahwa “Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,”.

Walaupun begitu tetap saja Islam Nusantara di anggap sesat oleh banyak ulama.

8 Kesesatan Islam Nusantara


Untuk lebih jelas nya, berikut adalah 8 kesesatan dari jaringan islam nusantara atau JIN.

1. Menganggap Islam sebagai pendatang

Bagi JIN, islam hanya agama pendatang yang dibawa oleh orang-orang Arab, bukan sebagai agama asli orang Indonesia, karena nya mereka banyak mencampur adukkan antara syariat islam dengan budaya lokal indonesia.

Padahal sejati nya islam adalah agama semua bangsa yang diturunkan oleh Allah SWT di tanah arab yang kemudian disebarkan keseluruh dunia, jadi islam bukanlah agama suatu golongan, tapi islam adalah agama semua bangsa, bukan hanya milik bangsa arab saja, tapi milik umat manusia semua nya.

2. Pribumisasi Islam

Karena menganggap islam adalah agama pendatang, maka harus tunduk dan patuh terhadap aturan-turan pribumi, oleh karena nya islam di pribumisasikan kan agar tunduk terhadap budaya setempat, bukan islamisasi pribumi. Jadi bukan seperti mengislamkan indonesia, justru malah mengindonesiakan islam.

Jika logika ini benar, maka pasti akan ada banyak jenis islam di dunia tergantung dari negara nya masing-masing. Jika di cina, maka akan ada cinai-sasi islam, jika di amerika maka akan menjadi amerikai-sasi islam.

Jelas ini adalah pola pikir yang bener-bener ngawur.

3. Menganggap Islam Arab merusak budaya lokal Indonesia

Bagi JIN, islam yang sekarang adalah "islam arab", bukan "islam Indonesia", sehingga berpotensi untuk menggerus dan menghilangkan budaya-budaya Indonesia.

Oleh karena nya mereka mencoba untuk menghapus segala budaya Arab yang ada di Islam, mengganti nya dengan budaya-budaya Indonesia, sehingga nanti nya di harapkan menciptakan sebuah aliran Islam nusantara yang tidak menghilangkan budaya-budaya Indonesia.

Padahal fakta nya, ajaran islam bukanlah budaya Arab, nabi Muhammad di utus oleh Allah untuk mengislam kan orang-orang Arab, bahkan untuk mengislamkan semua bangsa-bangsa yang ada di dunia, bukan untuk meng arabisasi mereka, melainkan untuk mengislamisasi mereka.

Jadi inti nya Arabisasi di dalam islam itu tidak ada, yang ada adalah islamisasi untuk semua umat manusia. Islam arab pun tidak ada, karena Islam adalah milik semua umat manusia.

4. Menolak budaya islam dengan dalih budaya arab

Karena menganggap islam adalah pendatang, dan supaya budaya lokal indonesia tidak tergerus oleh budaya arab yang dibawa oleh islam, maka masyarakat indonesia wajib menolak budaya arab, tetapi diperbolehkan untuk ajaran islam nya.

Sebetulnya budaya Arab didalam islam itu tidak ada, islam adalah agama yang langsung turun dari Allah, dan bukan milik orang arab saja, tetapi islam milik semua bangsa.

Ini hanyalah propaganda busuk dari JIN, jika mereka menemukan ajaran islam yang tidak mereka sukai, maka mereka akan menyebut hal tersebut dengan budaya arab, sehingga mereka bisa menolak nya.

Kalo hal ini terus dibiarkan, maka secara tak sadar, anti arab akan sama saja seperti dengan anti islam.

5. Menolak Jilbab

JIN menolak jilbab karena menganggap nya sebagai pakaian budaya arab, maka harus ditolak dan diganti dengan pakaian adat nusantara.

Ini adalah suatu kebodohan akibat tidak mempelajari sejarah, jilbab bukanlah pakaian adat arab. Di masa jahiliyah, wanita-wanita arab tidak ada yang berjilbab, semua nya mengumbar aurat dan pamer kecantikan, bahkan pada saat itu terkenal dengan tari perut yang memperlihatkan puser dan paha.

Kemudian islam datang mengangkat derajat wanita, memerintahkan mereka untuk menutup aurat nya. Jadi jilbab adalah syariat Islam yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT, dan bukan budaya arab.

Jilbab juga menjadi pembeda antara wanita muslimah dengan wanita kafir.

6. Menolak Assalaamualaikum

Lagi-lagi JIN menolak syariat islam dengan dalih budaya Arab, menurutnya salam "Assalaamualaikum" adalah budaya arab, sehingga harus diganti dengan "sejahtera".

lagi-lagi JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, salam masyarakat Arab adalah “wa shobaahaah”, bukan “Assalaamu ‘alaikum”.

Lalu datang Islam yang mengajarkan umatnya salam syar’i antar kaum muslimin, yaitu “Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh”. Jadi, “Assalaamu ‘alaikum” adalah “tahiyyatul Islam” bukan “tahiyyatul ‘Arab.”

Kemudian islam datang dan mengajarkan salam syar'i pada setiap perjumpaan dengan orang islam yang lain nya, yaitu "Assalaamualaikum", dengan mu atas keselamatan, sebuah salam yang begitu indah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah, jadi bukan budaya arab.

7. Ambil tilawah Quran buang langgam Arabnya

Termasuk baca Alquran juga tidak perlu lagi dengan langgam Arab, tapi sudah saatnya diganti dengan langgam Nusantara seperti langgam Jawa dan Sunda atau lainnya, agar supaya lebih Indonesia, hal ini bahkan pernah di praktekkan pula di istana negara.

Tanggapan : membaca Alquran dengan langgam Arab bukan kemauan orang Arab, akan tetapi perintah Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Dan karena Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, tentu membacanya harus dengan langgam Arab, agar sesuai dengan intonasi makna dan arti. Dan itu pun tidak tiap langgam Arab boleh untuk tilawah Alquran.

Langgam gambus dan langgam qashidah berasal dari Arab, tapi tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran, karena keduanya adalah langgam seni dan budaya serta musik dan hiburan.

8. Membaca alquran tanpa bahasa Arab

Bagi JIN, membaca alquran tidak harus dengan bahasa Arab, tapi bisa dengan membaca terjemahan atau artinya saja, tujuan nya agar umat Islam indonesia bisa langsung memahami makna dari ayat alquran.

Mereka (islam nusantara) tidak mengerti jika kandungan ayat dari alquran tergantung bagaimana Allah mengucapkan nya dalam suatu kata. Bahasa Arab lebih kaya dibanding bahasa Indonesia.

Selain itu, ini menjadi propaganda busuk untuk menghancurkan umat Islam dari dalam, mereka paham betul bahwa ruh dan jiwa umat Islam adalah alquran, jika seseorang sudah jauh dari alquran, maka pasti menyimpang lah kehidupan nya, kekuatan utama umat Islam memang ada di alquran.

Jadi jelas sudah yang diincar oleh JIN bukan lah arab nya, tapi Islam nya. Arab hanya dijadikan sebagai kedok untuk memusuhi Islam, anti arab sama saja dengan anti islam.

2 Responses to "ini dia 8 kesesatan Islam Nusantara"

  1. Astagfirullahal'adzim, tetap istiqoma berpegang dgn alquran dan hadits,

    BalasHapus
  2. Astagfirullahal'adzim, tetap istiqoma berpegang dgn alquran dan hadits,

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel