Setiap malam Jumat, Ruh orang yang sudah meninggal akan pulang, benarkah demikian?

Ketika seseorang telah di panggil oleh Allah SWT, maka ruh nya akan terpisah dari jasad nya, dan seketika itu pula segala urusan dunia nya juga akan terhenti, sehingga ia tidak bisa lagi memperbanyak amalan nya. Yang ia lakukan hanyalah menunggu waktu pertanggung jawaban atas apa yang telah ia lakukan selama di dunia.

Tapi di beberapa daerah di Indonesia, mungkin sebagian dari kita pernah mendengar kisah mengenai Ruh saudara kita yang sudah meninggal akan kembali pulang di setiap malam jumat, mereka meminta kiriman amal shaleh dari sanak keluarga nya untuk merperberat timbangan amal kebaikan nya.

Karena nya kita di anjurkan untuk memperbanyak sedekah dan mengirimkan al-fatihah untuk saudara-saudara kita yang telah di panggil oleh Allah SWT.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan nya adalah apakah benar arwah orang yang telah meninggal dunia bisa kembali pulang? Apakah ada dalil yang meriwayatkan tentang hal tersebut?

Shahih kah Hadits nya?


Riwayat ini disebutkan juga dalam I’anatut Thalibin (2/161) karya Ad-Dimyathi tanpa sanad dengan lafadz,

“Sesungguhnya arwah-arwah kaum mu’minin itu datang ke langit dunia setiap malam, lalu mereka berdiri di atas sandal-sandal rumah mereka. Lalu mereka memanggil-manggil dengan suara yang sedih sebanyak 1000 kali: ‘wahai keluargaku…’, ‘wahai kerabatku…’, ”wahai anakku…’. ‘Wahai orang-orang yang tinggal di rumah-rumah kami…’, ‘wahai orang-orang yang memakai baju-baju kami…’, ‘wahai orang-orang yang membagi harta-harta kami…’”
Ada banyak dalil yang mengisahkan tentang hal ini, salah satu nya adalah dalil di atas, tapi jika diteliti lagi sanad nya, sangat bermasalah.

Untuk penjelasan lengkap mengenai hadits ini kalian bisa baca pemabahasan nya disini

Inti nya, hadits yang mengisahkan tentang pulang nya arwah disetiap malam jumat adalah sangat lemah, dan kita tidak boleh meyakini suatu hal yang terkait dengan perkara gaib semisal dengan apa yang ada dalam riwayat ini kecuali dengan dalil yang shahih.

Bisakah orang yang sudah meninggal bertemu dengan keluarga nya?


Jawab nya adalah bisa, tapi hanya di dalam mimpi, seperti yang dijelaskan pada tafsir berikut :

Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi. Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya. (Tafsir At-Thabari 21/298, Al-Qurthubi 15/260, An-Nasafi 4/56, Zadul Masir Ibnul Jauzi 4/20, dan beberapa tafsir lainnya).

Hal ini juga pernah terjadi pada sahabat nabi, kisah nya seperti berikut ini :

Sampai akhirnya lewatlah seseorang dan menemukan jasad Tsabit. Orang ini mengambil baju besi Tsabit dan membawanya pulang. Setelah peristiwa ini, ada salah seorang mukmin bermimpi, dia didatangi Tsabin bin Qois. Tsabit berpesan kepada si Mukmin dalam mimpi itu:

“Saya wasiatkan kepada kamu, dan jangan kamu katakan, ‘Ini hanya mimpi kalut’ kemudian kamu tidak mempedulikannya. Ketika saya mati, ada seseorang yang melewati jenazahku dan mengambil baju besiku.

Tinggalnya di paling pojok sana. Di kemahnya ada kuda yang dia gunakan membantu kegiatannya. Dia meletakkan wadah di atas baju besiku, dan diatasnya ada pelana. Datangi Khalid bin Walid, minta beliau untuk menugaskan orang agar mengambil baju besiku. 

Dan jika kamu bertemu Khalifah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yaitu Abu Bakr), sampaikan bahwa saya punya tanggungan utang sekian dan punya piutang macet sekian. Sementara budakku fulan, statusnya merdeka. 

Sekali lagi jangan kamu katakan, ‘Ini hanya mimpi kalut’ kemudian kamu tidak mempedulikannya.”

Setelah bangun, orang inipun menemui Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dan menyampaikan kisah mimpinya bertemu Tsabit. 

Sang panglima, Khalid bin Walid mengutus beberapa orang untuk mengambil baju besi itu, dia memperhatikan kemah yang paling ujung, ternyata ada seekor kuda yang disiapkan. Mereka melihat isi kemah, ternyata tidak ada orangnya. 

Merekapun masuk, dan langsung menggeser pelana. Ternyata di bawahnya ada wadah. Kemudian mereka mengangkat wadah itu, ketemulah baju besi itu. Merekapun membawa baju besi itu menghadap Khalid bin Walid.

Setelah sampai Madinah, orang itu penyampaikan mimpinya kepada Khalifah Abu Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, dan beliau membolehkan untuk melaksanakan wasiat Tsabit. 

Para sahabat mengatakan, “Kami tidak pernah mengetahui ada seorangpun yang wasiatnya dilaksanakan, padahal baru disampaikan setelah orangnya meninggal, selain wasiat Tsabit bin Qais. (HR. Al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwah 2638 dan Al-Bushiri dalam Al-Ittihaf 3010).

Kesimpulan


Kisah mengenai arwah yang pulang di setiap malam jumat adalah berasal dari hadits yang sangat lemah, kita tidak diperbolehkan untuk mempercayai hal gaib dari hadits tersebut.

Tetapi arwah seseorang yang sudah meninggal tetap bisa bertemu dengan keluarga nya melalui mimpi, seperti yang sudah dijelaskan pada cerita di atas.

Selain itu, para arwah juga bisa mendengar suara keluarga nya pada kondisi tertentu, misal pada hadits berikut :

“Sesungguhnya seorang hamba ketika telah diletakkan di kuburan dan ditinggal pulang orang yang mengantarkannya, dia bisa mendengar suara sandal mereka…” (HR. Muslim 2874).

Intinya, setiap mayit akan terputus dari segala urusan dunia nya, kecuali 3 hal, yaitu doa anak yang shaleh, ilmu yang bermanfaat, serta amal jariyyah yang pernah di kerjakan nya.

Jadi lebih baik kita sering-sering mendoakan saudara-saudara kita yang telah meninggal.

0 Response to "Setiap malam Jumat, Ruh orang yang sudah meninggal akan pulang, benarkah demikian?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel