Tahun 2019-2022 akan terjadi kemarau panjang sebagai tanda muncul nya Dajjal

Benarkah akan terjadi kemarau panjang tahun 2019-2022?

Menurut penelitan akan terjadi kemarau panjang yang dimulai dari tahun 2019 sampai 2022

Didalam hadits, kemarau panjang tiga tahun ini telah di prediksi dan menjadi salah satu tanda kemunculan Dajjal.

Kemarau Panjang selama 3 tahun


Berdasarkan hadits shahih, sebelum keluarnya Dajjal, akan didahului dengan musim kemarau yang berkepanjangan selama 3 tahun berturut-turut.

“Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempoh waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujan dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanaman. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanamannya. 
Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik air pun dan memerintahkan kepada bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang dikehendaki Allah. 
Para sahabat bertanya dengan apa manusia akan hidup pada hari itu? “beliau menjawab, “tahlil, takbir, tasbih dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, Shahih. Lihat Ash-Shahihah no.2457)

Kemarau panjang yang terjadi di tahun ke tiga menyebabkan banyak hewan mati, bahkan manusia pun banyak yang mati kelaparan, setetes hujan pun tidak turun karena kehendak Allah, sehingga mata air pun mengering, sungai mengering, serta pohonan dan tanaman pun banyak yang mati.

Dikatakan juga bahwa langit akan menjadi bersih, maksud nya adalah tidak akan ada lagi awan, tanah pun menjadi merah seperti batu bata yang dibakar, sebab merahnya tanah ini adalah sinar matahari yang memanggang bumi dengan begitu teriknya.

Makanan orang mukmin di kemarau panjang


Di masa kemarau tersebut, segelas air akan lebih berharga dibandingkan dengan emas dan berlian, sumur-sumur pada mengering, hari-hari biasa menjadi panas karena tidak pernah turun hujan kembali, sehingga menyebabkan kebakaran hutan yang terjadi disana sini.

Ketika tidak ada air dan makanan sama sekali, lantas bagaimana cara orang-orang yang beriman bisa bertahan hidup? Hal ini lah yang menjadi kebingungan dikalangan sahabat nabi, mereka pun menanyakan nya kepada Rasulullah:

"Para sahabat bertanya dengan apa manusia akan hidup pada hari itu? "beliau menjawab, "tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan." (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, Shahih).

Jika orang yang sudah terbiasa berdzikir, maka dia bisa dengan mudah melawan rasa lapar di masa tersebut.

Kemudian ada juga yang menanyakan tentang air laut, apakah di masa tersebut air laut menjadi surut? Jika tidak surut, bukankah kita bisa menyuling air laut untuk mendapatkan air bersih?

Walaupun kita bisa menyuling air laut untuk mendapatkan air bersih, tapi tidak semua orang bisa melakukan nya, kenapa? Karena tidak semua orang bertempat tinggal di pinggiran pantai, tapi mengenai hal ini, hanya Allah lah yang maha tahu tentang hal ini.

Benarkah kemarau terjadi di tahun 2019-2022?


Sudah banyak kabar yang beredar mengenai isu ini. Badan meteorologi dan Geofisika menyatakan akan terjadi kemarau panjang yang akan melanda dunia, diperkirakan kemarau panjang tersebut akan dimulai dari tahun 2019-2022, dan cadangan air didunia saat ini hanya tersedia 3% saja, selain itu fenomena ini juga dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat.

Lalu apa artinya informasi ini bagi kita? Artinya adalah Dajjal kemungkinan akan sebentar lagi keluar, mengingat sudah banyak tanda-tanda yang terjadi, selain itu muncul nya imam mahdi telah berada di tengah-tengah kita tanpa kita sadari.

Menurut Rasulullah didalam hadits yang shahih bahwasanya tanda-tanda kemunculan Dajjal adalah dengan mengering nya danau Tiberias, keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi.
Jika kita mengikuti perkembangan informasi, ketiga pertanda tersebut saat ini sudah terjadi. Sudah beberapa tahun terakhir ini pohon kurma Baisan sudah tidak berbuah lagi, mata air Zughar juga sudah mengering, dan parahnya danau tiberias sudah mengering sampai dengan kondisi yang mengkhawatirkan.

Ketiga pertanda tersebut sudah benar-benar terjadi saat ini, nah tinggal pertanda kemarau panjang yang belum terjadi, walaupun diprediksi akan terjadi sebentar lagi, tapi apakah akan benar-benar terjadi di tahun 2019?

Tapi, sayang nya prediksi tersebut tidaklah benar. Kepala BMKG Batam Philip Mustamu menyatakan bahwa isu kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019 sampai 2022 dan isu cadangan air tinggal 3 persen tidaklah benar.
Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar tidak percaya begitu saja, karena BMKG tidak pernah menyampaikan hal semacam itu.

Kesimpulan


Inti nya kapan terjadinya kemarau panjang tersebut hanyalah Allah yang tahu, mungkin tujuan dari artikel diatas adalah untuk mengingatkan kita agar tidak lalai dari kedatangan Dajjal.

Yang pasti, ketika fenomena tersebut sudah terjadi, maka sudah sebaiknya kita untuk mempersiapkan diri dengan menguatkan iman kita agar tidak terpedaya dengan segala macam tipu daya yang diciptakan oleh Dajjal.

1 Response to "Tahun 2019-2022 akan terjadi kemarau panjang sebagai tanda muncul nya Dajjal"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel