Untuk kamu, wanitaku Tersayang

Teruntuk kamu, wanitaku tersayang.

Aku sudah tak sabar melihat masa depan bersamamu, menikmati kehidupan dunia yang fana ini berdua bersama mu, bergenggaman tangan menerjang segala permasalahan, berlarian mengejar impian.

Kamu adalah karunia terindah yang kumiliki saat ini, betapa berharga nya dirimu, betapa sempurnya nya dirimu, betapa beruntung nya diriku memiliki makhluk sempurna seperti dirimu.

Aku takut, sangat takut kehilangan dirimu, aku sadar ini adalah amanah yang teramat besar yang harus disertai dengan pertanggung jawaban yang besar pula.

Kamu adalah milikku, terdengar egois memang, tapi itulah yang kurasa, hanya dirimu yang benar-benar pantas mendampingi hidupku.

Untuk Kamu yang selalu kurindukan, entah karena hal apa aku selalu merindukan mu, tapi yang pasti, dirimu penuh dengan keindahan yang sulit untuk di tinggalkan.

Duhai wanita ku, kamu tidak perlu merias wajah mu hanya untuk terlihat menawan, karena bagiku, wajah asli mu adalah yang tercantik di dunia.

Jangan lah risau dengan ukuran tubuh mu, karena aku tidak peduli dengan itu, tak perlu kau khawatirkan berat badan atau tinggi badan mu, karena yang terpenting bagi ku adalah kamu hidup sehat dan bahagia.

Janganlah risau jika kamu kesepian, jangan takut jika kamu tak memiliki teman, karena aku akan selalu siap hadir dikehidupan mu, mengisi segala kesepian mu, tertawa lebar bersamamu, dan menghapus air mata yang jatuh dari bola mata indah mu.

Duhai sayang ku, lelaki mu ini penuh dengan kekurangan, tapi ku harap kamu bisa menerima ku apa ada nya, aku berharap kamu bisa bangga memiliki ku.

Bila kau hadir dalam hidup ku, aku berjanji akan selalu membahagiakan mu, aku berusaha untuk selalu mensejahterakan mu. Uang memang menyenangkan, tapi tak selama nya cinta dan kebahagiaan selalu bisa di ukur dengan keuangan.

Aku ingin melindungi mu, aku ingin menjaga mu dari keras nya hidup, rasanya aku ingin selalu memelukmu setiap saat, tak bisa ku jauhkan diriku dari dirimu, semua nya ingin ku lakukan hanya untuk mu, wanita ku tersayaang.

Dan kini ku duduk melamun. Apakah kamu juga begitu?

Sudah tak sabar diri ini ingin melebur menjadi satu bersama diri mu, menciptakan sebuah kehidupan yang baru.

0 Response to "Untuk kamu, wanitaku Tersayang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel